Pengalaman Hamil di Belanda

Sudah lama rasanya tidak update blog ini. Akhirnya sekarang saya update untuk share pengalaman saya ketika hamil di Belanda. Jadi lebih banyak ke pengalaman saat ke bidan dan apa yang harus diurus saat hamil.

Awal Hamil

Jadi akhir bulan Maret 2021, saya tiba-tiba mual, muntah-muntah dan sangat sensitif sama semua bau. Saya sakit kira-kira seminggu namun tidak kunjung membaik. Kami tidak hubungi dokter karena keluhan tidak diiringi dengan demam ataupun keluhan lain. Jadi semata-mata seperti masuk angin saja. Akhirnya Adrian bilang jangan-jangan saya hamil. Akhirnya tanggal 1 April 2021, kita coba tes hamil dan hasilnya positif. Karena kurang percaya, keesokan harinya kita tes lagi dan benar positif.

Setelah yakin positif, kami menghubungi dokter umum (huisarts) untuk memberi update bahwa saya hamil dan juga menginformasikan bahwa saya muntah sepanjang hari. Dokter memberi saya Tablet Suprimal yang mana adalah obat mabuk perjalanan. Saya akhirnya minum obat ini hanya saat weekend karena obat ini bener-bener bikin ngantuk, jadi aman karena weekend saya tidak perlu menyetir. Selain dokter umum, saya juga menghubungi bidan (verloskundige) untuk konsultasi. Bidan menanyakan kapan terakhir menstruasi dan akhirnya menjadwalkan kami untuk cek kehamilan pada 21 April 2021 dengan perkiraan kehamilan 8/9 minggu.

Kunjungan Ke Bidan

  • 8 Minggu

Kunjungan pertama kali ke bidan yaitu 21 April 2021, saya di USG untuk melihat apakah benar ada bayi dan bayinya sehat. Saat itu kami melihat kalau bayi kami bahkan bergerak-gerak saat di USG dan terlihat detak jantungnya. Setelah yakin bahwa saya hamil, bidan menjadwalkan kami untuk datang lagi 2 minggu kemudian untuk memastikan tanggal kelahiran dan juga kami di kasi brosur untuk test NIPT. Tes ini adalah tes untuk mengetahui apakah bayi mempunyai kelainan Down Sindrom, Patau Sindrom ataupun Edward Sindrom.

  • 10/11 Minggu

Kunjungan kedua (5 Mei 2021) diawali dengan USG untuk melihat HPL (Hari Perkiraan Lahir). Dari hitungan bidan, HPL bayi kami yaitu 24 November 2021. Setelah USG, kami mendapatkan stopmap berisi informasi seputar kelahiran, dan juga koper kecil berisi brosur dan sampel produk bayi. Saya dilarang untuk makan liver/hati (sisanya ga ada pantangan makan) dan jangan sampai dehidrasi. Kami dijadwalkan untuk interview melalui telpon dan kunjungan selanjutnya (umur kehamilan 13 Minggu) diadakan melalui telpon karena Corona. Kami dijadwalkan bertemu lagi pada umur kehamilan 16 Minggu.

Kami juga diinformasikan untuk segera menghubungi Kraamzorg karena biasanya Kraamzorg memiliki jadwal padat, jadi harus cepat-cepat booking. Kraamzorg (Maternity Care) ini adalah orang yang akan merawat kita dan bayi setelah melahirkan sekitar 8-10 hari. Kraamzorg juga memberi informasi tentang bagaimana menyusui bayi,cara memandikan, mengganti popok, dll.

  • Seminggu Setelah Kunjungan Kedua (Interview Melalui Telpon)

Jadi seminggu setelah kunjungan kedua, saya dijadwalkan untuk interview masalah kesehatan saya melalui telpon dengan bidan. Telpon ini cukup lama yaitu sekitar 45 menit karena banyaknya pertanyaan yang harus saya jawab. Berikut pertanyaan yang ditanyakan (semoga tidak ada yang terlewat saking banyaknya).

  1. Apakah ini kehamilan pertama
  2. Apakah pernah keguguran
  3. Apakah saya memilih untuk melakukan tes NIPT atau tidak
  4. Apakah saya ada alergi tertentu, misal alergi terhadap obat/antibiotik
  5. Berapa tinggi dan berat badan
  6. Apakah saya memilih untuk melahirkan di rumah sakit atau di rumah
  7. Apakah saya memilih memberi ASI atau tidak
  8. Apakah saya pernah mendapat transfusi darah, dan apakah saya bersedia di transfusi darah jika terjadi sesuatu
  9. Apakah saya pernah terkena Herpes
  10. Apakah saya pernah dioperasi
  11. Apakah saya pernah terkena Candida (infeksi jamur)
  12. Apakah saya pernah terkena infeksi saluran kemih
  13. Apakah ada riwayat penyakit dalam keluarga
  14. Apakah ada masalah dengan getah bening
  15. Apakah pernah terkena CMV (jujur kami tidak tau virus apa ini. Namun bidan bilang ini ditularkan oleh anak kecil)
  16. Apakah kami punya binatang peliharaan
  17. Apakah saya pernah diimunisasi Rubella
  18. Apakah saya pernah terkena cacar
  19. Apakah saya menggunakan obat-obatan tertentu, merokok, atau minum alkohol
  20. Apakah saya pernah pergi ke psikolog/psikiater
  21. Apakah ada pengalaman negatif dengan hubungan seksual di masa lalu
  22. Bagaimana kondisi tempat kerja
  23. Apakah pernah terkena thrombosis (pembekuan darah)
  24. Apakah pernah terkena varises
  25. Apakah saya mengkonsumsi multivitamin untuk ibu hamil (misal asam folat dan vitamin D)
  26. Apakah saya pernah tes pap smear

Selain pertanyaan ini, bidan juga menyarankan untuk mendownload aplikasi kehamilan yang memiliki informasi tentang produk makanan yang di jual di supermarket yaitu ZwangerHap. Produk mana saja yang boleh/tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

  • 13 Minggu

Di umur kehamilan 13 minggu, kami hanya ditelpon karena untuk mengurangi pertemuan dikarenakan situasi Covid19. Jadi telpon sekitar 15 menit. Intinya hanya menanyakan bagaimana keadaan saya dan apakah saya ada pertanyaan.

  • NIPT Test

Saya melakukan tes NIPT untuk memeriksa apakah ada kelainan down sindrom, patau sindrom ataupun edward sindrom pada bayi dengan cara tes darah. Jadi bidan bilang kalau dalam darah kita ada DNA bayi kita juga dan dari situ nanti dilihat apakah ada kelainan atau tidak. Tes ini adalah pilihan pribadi jadi bayar sendiri sebesar 175 euro. Saya melakukan tes pada 19 Mei 2021 dan hasil diberitahukan melalui telpon 2 minggu kemudian. Alhamdulilah hasil tes baik.

  • 16 Minggu

Pada kehamilan umur 16 minggu kami ke bidan lagi untuk USG melihat gender bayi kami. Dan bayi pertama kami laki-laki. Adrian sudah menduga kalau bayi kita laki-laki sedangkan saya menduga bayi perempuan karena orang-orang disekitar kami yang baru punya anak, semuanya punya anak perempuan.

  • 20 Minggu

Di umur kehamilan 20 minggu, kami ditawari untuk melakukan USG di tempat yang lebih canggih untuk melihat apakah ada kecacatan fisik dan organ dalam pada bayi kami. Jadi USG ini tidak dilakukan di tempat bidan kami. Jadi kami harus bikin janji sendiri ke Focus Verloskundig Centrum. USG ini memakan waktu sekitar 30 menit dan bidan benar-benar mencek detail fisik dan organ bayi, contohnya seperti apakah punggungnya terbuka, apakah ada cairan di kepala, apakah bibir sumbing, apakah ada 4 ruang di jantung, apakah ginjal ada 2, dll. Kami ditawari apakah ingin video dan foto USG, kami jawab saja iya dan kami dikasi flashdisk dengan harga 7,5 euro. Yang menurut kami agak kemahalan sih soalnya kami pikir videonya full setengah jam saat di USG. Ternyata beberapa menit saja dan sisanya foto. Kami tentunya tidak menyesal karena toh kami memang tidak punya dokumentasi USG. Alhamdulillah dari pemeriksaan USG mengenai fisik bayi kami, semuanya normal.

Selain pemeriksaan umur 20 minggu di tempat khusus tersebut, pemeriksaan 20 minggu juga dilakukan bidan kami namun hanya melalui telpon saja untuk mengecek bagaimana kondisi yang saya rasakan dan apakah ada pertanyaan. Pertemuan ini dilakukan hanya melalui telpon karena menghindari pertemuan karena situasi Covid19.

Sekian dulu cerita saja tentang kehamilan yang masih setengah jalan ini, semoga saja semua lancar dan kami diberi kesehatan. Aamiin…

 

Advertisement

4 thoughts on “Pengalaman Hamil di Belanda

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s