Membuat SIM di Belanda

Selama di Indonesia saya selalu menyetir mobil, jadi saat di Belanda saya putuskan untuk kursus mobil untuk dapat SIM (rijbewijs). Untuk ikut kursus, saya disuruh proefles (percobaan menyetir di sekolah mengemudinya). Mereka akan lihat bagaimana kemampuan menyetir saya dan berapa jam yang saya perlukan.

Proefles

Proefles itu awalnya ditanya apakah ada pengalaman menyetir dan juga berapa lama. Mereka cek ID kita juga untuk memastikan umur. Saya jawab ada pengalaman menyetir 9 tahun. Karena saya jawab ada pengalaman nyetir, proeflesnya langsung di jalanan berkecepatan 100 km/jam. Saya yang biasa nyetir di Jogja juga palingan maksimum 80km/jam di daerah ringroad, jadi saya banyak ditegur karena tidak berani nyetir 100km/jam.

Karena saya baru pertama nyoba menyetir di sebelah kanan jalan, saya juga kagok. Ganti gigi dengan tangan kanan rasanya aneh. Jadi makin lah terlihat seperti ga bisa nyetir. Saya juga dibilang terlalu lambat saat mulai jalan ketika lampu hijau. Saya tentunya mulai pelan-pelan kalau lampu hijau karena biasa nyetir berbarengan dengan motor jadi suka ada aja kan motor yang nyalip saat lampu udah hijau. Tapi kalau di Belanda, lampu hijau berarti langsung tancap gas.

Dari hasil percobaan menyetir itu, pelatihnya bilang saya harus belajar dari awal seperti orang baru mulai belajar. Jadi saya disuruh belajar 40 jam, dengan harga sekitar € 2400 dibayar 4 kali cicilan. Jujur begitu dengar itu rasanya sedih. Padahal saya ada pengalaman menyetir tapi dibilang harus belajar seperti orang baru belajar. Karena semakin banyak jam belajar, semakin banyak biaya yang harus keluar pastinya. Tapi walaupun gitu, saya tetep berniat untuk belajar menyetir, jadi saya ambil les tersebut.

Les Menyetir

Untungnya saya dapat instruktur yang sangat baik. Berbeda dengan instruktur saat saya proefles. Ada beberapa hal yang pastinya harus banget diperhatikan saat menyetir di Belanda, berbeda dengan di Indonesia. Contohnya:

  • Selalu prioritaskan pengendara dari sebelah kanan, kecuali ada peraturan tertentu.
  • Selalu dahulukan pengendara yang ada di bundaran/putaran (rotonde/roundabout).
  • Misal mau ganti jalur, hanya nyalakan lampu sens kalau aman (persis sebelum putar setir). Saya sempat ditegur karena nyalain lampu sens terlalu cepat. Kalau di Indonesia, kita nyalakan lampu sens sekalian minta jalan, jadi jauh sebelum kita putar setir.
  • Pelajari juga apapun yang ada di dalam kap mesin seperti aki, letak minyak rem, dll.
  • Ngeliat spion itu penting dan juga putar kepala 90 derajat kalau kita mau belok untuk cek blindspot (titik buta).

Kalau mau ujian praktek, kita wajib sudah lulus ujian teori. Saya pernah tulis tentang ujian teori sim di belanda, klik disini. Sebelum ujian praktek juga harus buat deklarasi kesehatan (gezondheidverklaring) melalui website Mijn CBR menggunakan DigID, dengan biaya €37,80 (tahun 2020).

Ujian praktek mobil harganya € 112,75 (sekitar 1,8 juta, tarif 2020). Kalau tidak lulus terpaksa bayar ujian lagi. Namun karena saya ambil paket les menyetir+ujian jadi kalaupun tidak lulus, biaya ujian dibayar oleh sekolahnya. Tapi tidak lulus berarti tambah jam belajar yang berarti bayar lagi. Jadi biaya les menyetir ini bakal terus naik kalau kita tidak lulus karena tambah jam belajar.

Tussentijdse toets (TTT)

Sebelum ujian praktek, CBR juga ada ujian tryout namanya tussentijdse toets (TTT). Di TTT ini, kita akan melakukan hal persis seperti ujian praktek aslinya, hanya saja tidak ada lulus atau tidak lulus. Penguji dari CBR akan memberi saran apa yang kurang saat TTT agar saat ujian nanti kita tau apa yang perlu dibenahi.

Saat TTT saya dapat saran untuk berani ngebut dan lebih berani untuk inisiatif lagi. Instruktur bilang kalau keahlian sudah bagus namun kadang suka ragu untuk ambil keputusan dan disarankan untuk lebih PD lagi.

Bisakah buat SIM tanpa sekolah menyetir?

Jawabannya bisa. Tapi tentunya ada hal-hal yang harus diurus. CBR (tempat ujiannya) tidak menyediakan mobil ketika ujian, jadi saat kita ujian, kita biasanya pakai mobil dari sekolah menyetir. Kalau kita tidak sekolah, ya berarti kita harus sewa mobil sendiri yang sesuai spesifikasi yaitu mobil yang dirancang untuk belajar dengan pedal dobel di kursi penumpang (penguji), spion tambahan, dll. Kita pun harus booking instruktur dari sekolah mengemudi karena dia yang pastinya akan bawa mobil ke tempat ujian. Ga mungkin kan kita belum lulus ujian udah bawa mobil ke tempat ujian. Hehe.

Bagaimana ujian prakteknya?

Ujian praktek dimulai dengan berdiri di depan kantor CBR dan penguji akan nyuruh kita baca plat mobil diparkiran. Ini untuk ngecek mata kita masih bagus atau ga. Ujian prakteknya sendiri sekitar 40 menit yaitu menyetir menggunakan sistem navigasi, menyetir dengan instruksi dari penguji, dan juga manuver spesial. Kita akan diminta melakukan 2 manuver spesial. Manuver spesial ini macam-macam yaitu: parkir mundur, parkir depan, parkir pararel, putar balik, jalan mundur, dll. Jadi terserah pengujinya mau nyuruh kita manuver spesial yang mana.

Setelah ujian dan kembali ke kantor CBR, kita mengikuti penguji ke dalam kantor CBR. Disana kita akan diberi saran dan diinfokan apakah lulus atau tidak.

CATATAN: Jika kita juga ambil ujian tussentijdse toets (TTT) dan manuver spesial sudah dinyatakan bagus, saat ujian praktek, manuver spesial tidak akan diuji lagi. Alhamdulilah saya dapat pembebasan manuver spesial karena saat TTT lancar. Jadi saat ujian tidak diujikan lagi.

Pastikan saat kita ujian, kecepatan sesuai dengan peraturan, tidak lupa cek spion dan putar kepala 90 derajat (lebay lebih baik daripada lupa), tau siapa prioritas saat di jalan, dan tidak salah masuk jalan satu arah, berani inisiatif saat berkendara, tau jalur yang diambil saat di putaran turbo (putaran dengan beberapa jalur). Soalnya ini yang biasanya bikin gagal, menurut instrukturku.

Sebelum ujian, saat saya bawa mobil ke tempat ujian (CBR), mobil sempet berhenti lama karena ada truk sampah besar yang menghalangi jalan. Eh tiba-tiba ada ibu-ibu gitu ngetok kaca mobil dan langsung tanya ini mau ujian atau uda selesai ujian. Kubilang aja mau berangkat ujian. Terus dia doain semoga saya lulus. Dan alhamdulilah saya lulus dalam sekali ujian. Lega banget.

Kapan dapat SIM setelah lulus?

Saat dinyatakan lulus oleh CBR, keesokan harinya kita bisa mengajukan permintaan SIM (rijbewijs) di Gemeente. SIM akan jadi 5 hari kerja. Biayanya € 40.65 – tarif tahun 2020 (sekitar Rp 665.000)

Advertisement

8 thoughts on “Membuat SIM di Belanda

  1. Selamat Geraldine!! Waahh kereenn langsung lulus. Deg2an ga selama ujian?
    TTT bukannya cuma satu kali ya? Kalau sudah lulus spesial manuver di TTT, pas ujian praktek ga perlu lagi.
    Aku belum ujian, semoga langsung lulus juga.

    Like

    1. Jujur deg2an banget. Iya TTT satu kali aja dan aku lancar di spesial manuver, jadi pas ujian prakteknya ga perlu spesial manuver lagi tapi jalan sesuai instruksi sama jalan pakai navigasi mobil.
      Semoga lancar ujiannya ya mba Deny…

      Like

      1. Amiiinnn. Aku pas TTT juga lulus di spesial manuver. Lumayan meringankan pas ujian nanti. Tapi TTT ini ga wajib sebenarnya. Kalau mau langsung ke ujian ya gpp.

        Like

        1. Iya bener. Jadi beban pas ujian ga terlalu berat ya karena ga bakal dites macam2 parkir atau putar balik, dll. Tapi TTT membantu juga sih buat tau gimana sih ujian aslinya jadi ga kaget.

          Like

  2. Selamat sudah punya SIM 🙂
    Aku sendiri ngga punya SIM disini, dulu pas pindah kesini tahun 2006 mestinya aku transfer SIM (jaman dulu masih gampang gosah ujian praktek, cukup teori), tapi malas, terus sampe sekarang akhirnya ogah karna mahal dan makan waktu karna palingan disuruh les juga dulu.

    Like

    1. Makasih ya.
      Denger2 Belgia bisa tukar SIM tanpa tes apapun bahkan. Iya kalau mau ujian pasti diminta les dulu, mahal bngt euy. Tpi klo transportasi mudah sih mnurut aku ga masalah ga ada SIM. 😊

      Like

      1. Iya, aku rumah dekat stasiun metro dan tinggal di kota jadi jg kemana2 naik sepeda. Suami punya SIM jadi klo ada perlu sewa mobil ya ngandelin dia (kami juga ga punya mobil sih)

        Like

        1. Iya bener uda enak banget itu kalo deket kmn2. Mobil juga kalo jarang dipake, mahal dipajak dan asuransi kan. Klo disini, rumah mertua jauh dari public transport jdi kalo mau jenguk juga repot. Ada beberapa tmpt disini yang masih agak jauh dari public transport dan masih harus dijangkau pakai transportasi pribadi.

          Liked by 1 person

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s