Hewan Peliharaan. Ya Atau Tidak?

Saya selama di Indonesia, tidak pernah punya hewan peliharaan karena orangtua saya menganggap hewan peliharaan itu kotor. Jadi saya tidak terbiasa dengan hewan peliharaan apapun. Sampai akhirnya saya menikah, dan suami saya Adrian punya kucing, akhirnya saya harus belajar untuk terbiasa hidup dengan kucing.

Awalnya tiap kucing itu muncul di ruang tamu dan duduk dimana gitu, saya selalu mengeluh bulu kucing yang ada. Pokoknya sensi banget dan takut kalau dia deket-deket. Tapi lama kelamaan, saya coba belajar mengenal kucing karena suami sayang banget sama si kucing. Pelan-pelan saya belajar pegang dan akhirnya sekarang saya sayang kucing dan minta kucing kedua.

Ketika memutuskan untuk mengambil kucing kedua, tentunya banyak yang harus dipikirkan:

  • Biaya Rutin

Kucing punya kebutuhan rutin berupa makan dan pasir toilet/wood pellet. Ini harus dihitung apakah kira-kira jadi beban. Makanan kucing ada berbagai macam merek, bisa coba beli yang ukuran kecil dulu dan dilihat apakah kucing suka atau bermasalah. Kami pernah beli merek yang mahal dengan kantong besar, tapi ternyata kucing tidak suka dan tidak mau makan. Terpaksa supaya habis, kita campur dengan makanan yang dia suka.

Kucing kami kita kasih makan merek Felix, ini merek dijual di supermarket dan tidak terlalu mahal sekitar 3 euro per kilo. Kalau dibilang murah juga masih banyak yang lebih murah sih, jadi ini bukan yang paling murah dipasaran. Felix ini merek yang kucingku doyan. Soalnya udah pernah berbagai macam merek malah ga dimakan.

Ada merek rekomendasi dokter namanya Hills, tapi sayangnya mahalnya kebangetan. Per kilo 13 euro. Huhu kita kucingnya 2, bisa bangkrut kita. Yang pasti kalau beli makanan kucing, yang paling baik yang kandungan dagingnya lebih banyak. Jadi kadang kucingku selain kukasi Felix, aku belikan makanan semacam Perfect Fit. Ini yang dia doyan. Mahal belum tentu jaminan bakal dimakan ataupun cocok. Karena teman kita punya kucing yang dikasi merek mahal pun diare, akhirnya cocok dengan makanan kucing merek Schesir.

  • Biaya Dokter

Kucing harus divaksin tiap tahun dan juga diberi obat kutu dan obat cacing untuk pencegahan. Biaya harus disiapkan juga jika terjadi hal-hal tidak diinginkan seperti sakit atau pun kematian. Beberapa orang di Belanda punya asuransi untuk hewan peliharaan jadi ini termasuk ke dalam biaya sakit serta kematian (baik kremasi atau pemakaman).

Biaya dokter untuk kucing pernah saya tulis, klik disini.

  • Biaya Lain-lain

Biaya ini yaitu biaya yang ga terlalu penting tapi tetap perlu untuk kenyamanan hewan peliharaan, berupa: kotak travelling saat dibawa ke dokter hewan, kotak toilet, tempat tidur, tiang garukan untuk kucing dan mainan.

  • Anggota keluarga yang lain

Ketika ada keputusan mengambil kucing kedua, tentunya setiap anggota keluarga harus setuju. Ini termasuk juga ke hewan yang sudah dimiliki, apakah kiranya menjadi teman atau malah menjadi musuh bagi hewan kedua. Apakah ada yang punya alergi atau tidak, karena kalau ada yang punya alergi, memang sebaiknya tidak dipaksakan punya hewan peliharaan.

  • Mebel

Harap diingat bahwa punya kucing atau anjing, mereka suka garuk-garuk sofa jadi bakal rusak. Kita harus sadar hal ini dan juga siap untuk ngajarin mereka bahwa sofa bukan target untuk menajamkan kuku, jadi beli tiang garukan. Kuku bisa juga ditrim. Kalau mau trim kuku hewan, harap hati-hati agar tidak melukai.

Hewan peliharaan tentunya suka ada bulu yang rontok jadi siap-siap mebel berbulu dan rajin bersihin. Ingat ya kucing atau anjing bukan di kandang seperti burung atau hamster, tapi dibebaskan jalan-jalan di dalam rumah jadi kita yang harus siap juga jangan taruh barang pecah belah yang gampang disenggol. Makanan juga ditutup jadi ga dijilat.

  • Saat Travelling

Nah saat kita tidak dirumah, siapa yang akan mengurus hewan peliharaan kita. Untuk kucing tentunya harus rutin dikasi makan dan toiletnya dibersihkan, sedangkan untuk anjing selain makan, juga harus dibawa jalan-jalan. Kita harus pikirkan hal ini apakah ada anggota keluarga atau teman yang mau dibebankan hal ini, ataukah kita siap bayar cat/dog hotel untuk mengurus hewan peliharaan.

  • Siapa yang bertanggung jawab

Di keluarga, siapa yang bertugas memberi makan ataupun membersihkan toilet. Untuk anjing, siapa yang bertugas mengajak jalan-jalan. Ini tentunya harus ditentukan sebelum adopsi atau beli hewan peliharaan. Kucing punya umur sekitar 15 tahun, jadi ini termasuk komitmen panjang. Kita ga bisa asal punya, lalu bosan dibuang.

Kalau kita termasuk sibuk dan pingin hewan peliharaan makan secara rutin, banyak automatic pet feeder di pasaran yang bisa diatur banyaknya porsi dan jam keluar makanan. Setau saya tangkinya bisa diisi 2 kilo makanan.

Pet feeder
  • Disteril atau tidak?

Nah kalau di Belanda sudah biasa untuk mensteril kucing agar populasi tidak makin bertambah. Kucing juga jadi tidak keluyuran mencari betina karena birahi atau pun menyemprotkan cairan agar mengundang lawan jenis. Tapi pengalaman kucing kami yang disteril jadinya malas-malasan dan cenderung gendut karena malas gerak.


Kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan harus selalu diperhatikan. Jangan asal ambil hewan peliharaan tapi malas untuk mengurusnya. Mereka bagian dari anggota keluarga jadi sayangi mereka.

Advertisement

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s