Rencana Berantakan Karena Corona Virus

Seperti yang sedang ramai dirasakan oleh semua negara saat ini adalah masalah Coronavirus yang menyebar sejak Desember 2019. Hal ini juga mempengaruhi rencana yang sudah saya buat.

Ujian Praktek menyetir dibatalkan

Jadi setelah saya lulus ujian teori menyetir, instruktur saya segera menjadwalkan saya untuk ujian praktek menyetir. Jadwal yang saya dapat untuk ujian ada 2 kali, yaitu tussentoets (ujian trial) dan ujian praktek yang sebenarnya. Tussentoets dilakukan untuk memberi gambaran pada peserta ujian bagaimana ujian aslinya. Nah jadwal ujian saya 24 Maret 2020 dan hari ini tanggal 15 Maret 2020, dapat info kalau ujian dibatalkan sampai tanggal 28 April 2020.

Yang saya takutkan adalah untuk mendapatkan jadwal ujian lagi bakal lama menunggunya. Terutama karena akan ada peserta-peserta lain yang ujiannya ikut dibatalkan saat ini.

Badminton dibatalkan

Karena saya memang ga pernah olahraga, akhirnya awal tahun 2020 saya buat resolusi untuk ikut keanggotaan Badminton supaya saya olahraga. Nah 10 Maret, saya bayar keanggotaan saya. Tanggal 12 Maret saya dikasi kabar kalau olahraga Badminton ditiadakan. 😦

Kehabisan bahan makanan

Karena keadaan mulai tidak kondusif, setiap orang mulai melakukan penimbunan makanan, yang disebut hamsteren (dari kata hamster yang biasa suka nyimpan makanan di pipi). Saya awalnya santai dan lalu lihat sosmed kalau banyak rak di supermarket yang kosong.

Keesokan harinya saya langsung ke supermarket dan benar saja banyak rak yang kosong. Saya ke 4 supermarket, dan disana beras benar-benar habis. Kita sih masih ada stok beras tapi kita mau beli tambahan, ternyata kehabisan. Untung di supermarket masih ada spaghetti dan kentang jadi bisa kita atur makan kalau memang stok beras kita habis.

Ditolak Negara Ceko

Tanggal 12 Maret sampai 15 Maret, kita berencana Weekend pakai bus menggunakan jasa travel agent Bolderman ke Praha (Prague). Tanggal 12 Maret jam 6 pagi kita berangkat dari rumah ke meeting point di Utrecht untuk nantinya kita berangkat bersama-sama penumpang lain dari Zeeland. Kami sampai Leipzig (Jerman) jam 16.00 untuk berhenti di rest area untuk membei cemilan ataupun ke toilet. 10 menit sebelum jam 17.00, kita kembali ke bus dan dikabarin kalau kita harus kembali ke Belanda karena Ceko menolak kita masuk ke negaranya disebabkan Coronavirus. Tapi untungnya kita memang belum masuk Ceko, karena kalau sudah masuk, kita harus dikarantina. Bakal susah lagi balik ke Belanda.

Akhirnya jam 17.00 kita balik dari Leipzig ke Zeeland. Di Zeeland kita dikasi transportasi untuk kembali ke rumah masing-masing. Dan saya pun sampai rumah jam 02.00 tanggal 13 Maret. Liburan apa ini namanya ninggalin rumah 20 jam cuma buat di bus aja. -_-

Penerbangan Ke Indonesia Dibatalkan

Saat di bus dalam perjalan balik ke Belanda karena ditolak masuk Ceko, saya dapat email dari Etihad kalau penerbangan saya ke Indonesia dibatalkan dan diganti yang baru. Penerbangan ini diganti oleh Etihad dengan jadwal penerbangan yang ga enak banget. Jadwal yang baru, transit kami 20 jam di Abu Dhabi yang awalnya 2 jam. Kita coba telpon Etihad sampai sekarang belum berhasil untuk minta refund saja.

Semoga musibah coronavirus ini segera berakhir dan kita diberi kesehatan. Amin.

Advertisement

6 thoughts on “Rencana Berantakan Karena Corona Virus

  1. Toss Geraldine, jadwal ujian praktekku malah besok pagi jam 9. Untung toets sudah kesampaian dua minggu lalu. Langsung lemes tadi pas baca di website cbr plus dapat telpon dari mereka, email dari mereka, sms dari instruktur, plus telpon dari tempat kursus. Duh padahal tinggal selangkah lagi ujian, jadi entah kapan bisa dapat jadwal lagi. Tempat kursus pun tutup selama dua pekan ke depan (sesuai advice dari Cbr). Mana bentar lagi mau mudik, lalu ruwet kalau ga dapat jadwal ujian sebelum mudik.

    Like

  2. Ya ampuunnn..mbak2. Salam dari Taiwan. Disini — yang diprediksi akan jadi daerah terburuk diluar China mainland, mengingat banyaknya orang fly in fly out mainland-Taiwan– justru justru malah lumayan slamet. Thanks to the government, yang usai pemilu 9 Januari, langsung gaspoll tabuh genderang perang. Ports diujung utara (Taipei) dan ujung selatan (Kaohsiung) langsung siaga penuh. ‘Enak’nya negara pulau tunggal, akses keluar masuknya ngga banyak dan cepat dikuasai. Jadi yang didalam relatif tenang meski tetep waspada. 14-day elf-quarantine udah diberlakukan dari awal Feb. Chinese New Year 25 Januari lalu tetep rame orang lalu lalang, dan mall tetep penuh. Pasar dan supermarket baik2 aja, dan ngga ada panic buying, kecuali antrian beli masker. Hanya Night market memang jadi lebih sepi.

    Yang galau my other half nih. Ga bisa pulang ke Eindhoven–yang rencananya awal April nanti. Whew. Stay safe, ya Mba Dine and mba Denny!

    Like

    1. Iya disini pemerintah baru mengumumkan tutup sekolah,dll sekarang ini setelah banyak korban corona. Eropa sudah jadi epicenternya corona. Sekarang cuma bisa berharap yang terbaik aja. Stay safe juga ya.

      Like

  3. Ikut prihatin. Epicenternya sudah pindah dari Cina, ya. Luar biasa memang pergerakan virus…Disini juga semua acara banyak dibatalkan. Sudah cukup banyak kerugian..Semoga mendekati musim panas virus mulai berkurang dan lenyap..

    Like

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s