Ibu Kutu

Luizenmoeder yang terjemahan bahasa inggrisnya Lice Mother, kalau di Indonesiakan jadi Ibu Kutu. Awalnya saya tau tentang Luizenmoeder ini karena mertua saya berkunjung ke rumah dan minta TV dinyalakan buat nonton Luizenmoeder. Dia suka banget nonton acara komedi berjudul Luizenmoeder ini. Saya jadi ikutan nonton baru kemarin ini. Hehe.

Nah Luizenmoeder yang saya bilang Ibu Kutu itu biasanya orang yang jadi relawan di sekolah ataupun orangtua murid yang mendaftarkan diri ke sekolah untuk membantu sekolah memeriksa kepala murid-muridnya. Di Belanda ini orangtua biasanya ikut aktif sama kegiatan sekolah. Misal ada acara jalan-jalan kemana gitu, orang tua ikut bantu-bantu juga. Jadi orangtua murid bisa jadi sukarelawan di sekolah.

Luizencontroles
pemeriksaan kutu (derozemarn.nl)

Awalnya saya tau tentang kutu di Belanda karena saya lihat sisir serit, dan saya tanya ke Adrian “Lho ini sisir serit di Indonesia biasanya untuk kutu. Kalau di Belanda untuk apa?”. Adrian langsung cerita kalau anak-anak kan suka kutuan. Kagetlah saya. Selama ini mikir kalau kutu itu biasanya di desa-desa di Indonesia. Masa di negara nan kaya ini ada kutu. *Bagi yang hidup di kota tapi berkutu, maaf ya. Tiada maksud untuk menyinggung. Toh di Belanda aja ada kutu. Saya pun jaman kecil punya kutu. Hehe.

Dari info yang saya baca, 15% dari anak umur 4-12 di Belanda itu berkutu.

Nah kutu ini menjadi perhatian serius di sekolah dasar. Makanya sekolah dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kepala sehabis liburan sekolah, biar tau kalau ada anak yang kutuan habis liburan. Kalau ada anak yang kutuan, orang tuanya akan dikasi tau dan dianjurkan untuk pemeriksaan seluruh keluarga. Karena kutu kan menular jadi kalau ada yang kutuan, anggota keluarga yang lain juga harus dicek. Murid yang lain juga dikasi peringatan kalau ada anak yang kutuan di sekolah biar bisa dicek juga. Tapi pemeriksaan ini pun tergantung sekolahnya. Jadi ga ada jadwal pastinya.

Cara yang dianjurkan untuk cek kutu, sama banget kaya di Indonesia yaitu disisir pakai serit di atas kertas putih. Berarti cara cari kutunya orang Indonesia berdasarkan ajaran jaman Belanda mungkin. Semoga kita tidak kutuan (lagi) ya. πŸ˜€


Cerita tentang kutu ini juga pernah ditulis sama Mba Yayang. Cerita dari Mba Yayang: klik disini.

Advertisements

8 thoughts on “Ibu Kutu

    1. Iya ga cuma di Indonesia tapi Belanda pun pada kutuan. Hehe. Bukan mentri pendidikan yg menyarankan buat pemeriksaan kutu tapi RIVM. RIVM tu institusi nasional yg mengurus kesehatan publik.
      Tapi salut sih kutu juga jadi perhatian serius. 😁

      Like

  1. Tahun lalu di taman kanak-kanak anakku ada drama kutu πŸ˜€ akibatnya dikasih formulir dimana tiap ortu harus memeriksa rambut anak masing2 setiap hari dan dibuat laporannya. Sumber kutunya disuruh seminggu berada dirumah πŸ˜† .

    Like

  2. wah ada ada aja ya ibu kutu, tak kiro kutu beneran yang hinggap di rambut sahabat πŸ˜€

    ijin mem-follow blog anda ya, untuk mengetahui kabar artikel di blog anda, semoga berkenan untuk berteman dengan saya, terimakasih

    Like

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s