Move On

Saya bisa bilang postingan ini termasuk postingan sedih. Karena postingan ini berisi tentang perpisahan antara saya dan dia. Apakah saya sedih? Tentu.

Tapi hidup tidak melulu tentang menyesali perpisahan kan?! Dan saya sadar cinta tidak hanya didapat dari hubungan romantis, tapi ย juga dari teman, kerabat dan pastinya keluarga.

Move On…. Mudahย diucapkan,ย berat dilakukan, tapi masih mungkin dilakukan.

Apa yang bisa dilakukan untuk move on:

  • Bersihkan Apapun Tentang Dia

Hal ini bisa berupa foto, barang bersama, barang pemberian, dan segala hal tentang dia. Bahkan isi chattingan dan semua pesan, buang jauh2. Apalagi cincin bertuliskan namanya. Kejam? Ya memang. Setiap hal yang mengingatkan tentang dia, pasti akan mempersulit untuk move on. Kesedihan akan terus ada, karena kita masih melihat segala hal tentang dia di sekitar kita.

  • Bersedihlah

Manusiawi kok kalau kita nangis saat perpisahan, jadi jangan ditahan. Ga usah pura2 kuat kalau memang itu menyakitkan. Lampiaskan semua rasa sedih, asal ga menghancurkan diri dan lingkungan sekitar.

  • Berhenti Berharap

Ketika setelah perpisahan, kita masih berhubungan dengan dia, kuatkan hati untuk berhenti berharap. Ya dia masih peduli sama kita, tapi ingat bahwa peduli itu tidak cukup untuk kembali bersama. Once he care, trust me he will still care. But still, separation also has a reason. Ketika kita masih berharap untuk kembali bersama, yang ada kita harus siap untuk kecewa lagi.

  • Berbagi Pada Orang Yang Tepat

Jangan menyendiri dan berbagilah ke orang lain. Rasa sedih yang dipendam, akan mengendap dan menyakitkan jika tidak dibagi ke orang lain. Pilihlah orang yang tepat karena dari orang lain ini lah kita merasakan kepedulian dan rasa sayang yang akan membantu kita untuk move on. Teman berbagi yang baik akan membantu kita untuk melihat kesedihan dari sisi yang berbeda dan juga membantu kita melupakan kesedihan.

Jangan sampai salah pilih orang karena ketika kita sedih kita tidak butuh kata2 seperti “Sudah aku bilang kan kalau dia itu…“, “Salahmu sih….“. Jadi pilihlah orang yang mau mendengarkan ceritamu sampai selesai, dan mampu menenangkanmu.

  • Lakukan Sesuatu

Lakukan sesuatu yang memaksa endorphin kita muncul. Yap hormon kegembiraan ini harus dipancing keluar. Setiap orang punya cara masing2. Bisa dengan olahraga, travelling, bertemu teman2/hang out. Kalau kita suka menulis, tulis saja dengan cara yang positif. Di blog misalnya, seperti saya. Siapa tau membantu orang lain yang menghadapi situasi yang sama. Atau kalau kita tipe yang dramatis, sapa tau cerita hidupmu bisa dituliskan dalam novel. Jangan hanya berdiam diri.

  • Bersyukur

Ketika kita sedih, kita lupa bersyukur kalau kita memiliki hal lain. Hal lain bisa berupa orang lain dalam hidup kita, atau pun pencapaian yang kita punya. Jadi…. Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah #KokJadiLagu #MabokDMasiv ๐Ÿ˜€

Jadi, siap untuk move on? ๐Ÿ™‚

 

 

 

Advertisements

19 thoughts on “Move On

    1. Apalagi pasangan bule…makin jadi donk ah klo pada komen…ada yang sampe bilang “egois sih milih bule daripada lokal”.. lha kan emang pas nyamannya sama bule, kenapa coba.. rasis amat sih… btw, makasih ya.. hug balik.. ๐Ÿ™‚

      Like

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s