Solo Travelling

Kenapa pilih solo travelling daripada jalan bareng temen2? Buat saya, karena tiap rencana bareng temen2, mau seheboh gimana pun rencananya, pas deket hari H malah pada mundur dan ga jadi jalan. Kejadian kaya gini sering banget, makanya kalaupun jalan bareng temen, yang ada jalan berdua atau grup kecil aja maksimal 4 orang.

Teman jalan juga mempengaruhi keputusan jadi jalan atau ga. Saya lebih memilih jalan2 menggunakan ransel karena lebih fleksibel ketika berada dimana pun. Koper tidak nyaman dibawa saat medan yang dilalui berbatu ataupun bertangga-tangga. Temen saya pernah roda kopernya patah saat travelling, jadi malah repot kan. Jadi saya biasa memilih temen jalan yang mau travelling dengan tas ransel juga. Tapi kalau malas gendong, saya pernah liat tas yang bisa ditarik juga seperti koper. Mungkin bisa jadi solusi bagi traveller yang ga begitu kuat gendong backpack kemana2. Dan ketika medan tidak memungkinkan untuk roda, bisa langsung digendong.

backpack

Saat saya solo travelling, apakah saya tidak takut? Salah, saya itu penakut dan mudah khawatir. Rasa takut ini tidak membatasi saya untuk ga jalan2, tapi membuat saya lebih teliti mencari informasi. Karena besarnya rasa khawatir, sebelum berangkat, saya googling semua info mengenai negara itu, terutama scam-nya.

Ketika ada masalah dalam perjalanan, apa saya bisa menghadapinya dengan baik? Ga juga. Saya pernah nyasar di Hanoi, Vietnam dan orang2 ga ada yang bisa diajak komunikasi. Bahkan ketika saya memasuki toko dan bertanya arah jalan, saya diusir. Apa yang saya lakukan saat saya kesulitan dan pikiran ini mulai kacau?! Saya cari pojokan jalan yang sepi ga ada orang lain dan saya…. nangis. Bukan nangis lebay ya, tapi cuma netes beberapa sebagai pelampiasan pikiran yang kacau. Habis itu ya saya lanjutin perjuangan saya. Btw, nangisnya ga gitu2 amat ya. Ga pake drama juga kaleee… 😀

Jadi jangan sampai hanya karena otak ini terlalu banyak memikirkan “what if…?”, kita lebih memilih diam di rumah dan tidak melihat dunia luar. Saya yang penakut dan khawatiran ini aja bisa. Kenapa kalian ga?! Semangat ya 😀

PS: Kalau masih takut jalan jauh sendirian, jalan ke mall dekat rumah sendirian juga termasuk solo travelling kok. Hehe. Start with small step ya 🙂

 

Advertisements

12 thoughts on “Solo Travelling

  1. Wah. Sampe nangis ya? 😁

    Saya malah sangat kecanduan untuk solo travelling. Lebih enak buat ngatur jadwal seenak jidat. Ga membebani dan terbebani sama agenda orang lain. Jadi lebih peka dan punya waktu juga untuk ngobrol sama orang-orang lokal.

    Kecuali naik gunung, belum berani jalan sendirian. Hehe. Jogja atau Bandung pas untuk mulai solo travelling, buat yang mau coba 🙂

    Like

      1. Iya.. Aku batal ke kamboja gr2 stress mikirin transport nya dan terlalu banyak baca scam.. Pdhl itu sih dimana aja yah sama kan.. Buktinya survive juga kok di vietnam, walo ga bisa bahasanya.

        Like

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s