Godaan Supermarket

Sadar ga kalau tiap pergi ke supermarket, kita pasti bawa pulang barang yang ga direncanakan. Well, kita dimanipulasi oleh supermarket sebenernya. Belajar manajemen di S1 dan S2, saya jadi mengetahui bahwa semua yang ada di supermarket itu sudah direncanakan secara matang untuk menguntungkan supermarket.

  • Toko Roti

Bagian depan supermarket biasa diisi toko roti, tampilan dan baunya menggoda ya. Jadi pengen deket, beli rotinya, eh mampir dulu lah ke supermarket. Toko roti memang sengaja ditaruh didepan untuk menggoda pengunjung mendekat.

  • Barang Pokok

Sadar kan barang pokok letaknya dimana? Yap, lokasinya ada dipaling belakang toko. Hal ini tujuannya agar sebelum sampai ke sana, kita melewati seluruh deretan produk, yang tanpa sadar akan mengundang kita untuk membeli barang yang awalnya ga kita rencanakan. Peletakan (layout) produk ini memang merupakan strategi pemasaran.

  • Eye Level = Buy Level

Merek tertentu berada sejajar dengan mata orang dewasa. Biasanya produk yang mahal ataupun produk yang memang populer, letaknya sejajar dengan mata kita. Sedangkan produk yang kurang populer dan murah, kita harus jongkok dulu untuk mencapainya. Konsumen biasa membeli barang yang dia lihat, tanpa perlu mencari2 ke rak atas atau bawah.

Untuk coklat dan permen, biasa diletakkan pada posisi sejajar dengan mata anak. Hal ini untuk memanipulasi anak untuk mudah mengambilnya dan meminta orangtua untuk membelikan.

supermarket layout.jpg

  • Musik

Musik di supermarket sengaja beralunan lembut agar konsumen berjalan lambat. Semakin lambat seorang konsumen berjalan di supermarket, semakin banyak yang dilihat, semakin banyak yang dibeli.

  • Troli dan Keranjang Belanja

Awalnya cuma mau beli beberapa barang, eh dipegang kok repot, ambil keranjang atau troli deh. Kalau cuma beli beberapa barang, kok ini keranjang atau troli sepi banget sih, coba liat2 yang lain dulu. Jeng jeng… jadi belanja macem2 kan?!

  • Rak Antrean

Produk seperti coklat dan permen termasuk produk yang tidak diniatkan untuk dibeli, maka dari itu ditaruh di rak antrian dekat kasir. Hal ini memancing kita untuk melakukan pembelian secara dadakan (impulse buying).

Kondom juga diletakkan di rak antrean dekat kasir untuk menjaga privasi konsumen. Jadi kalau pingin beli, tinggal ambil dan bayar. Kalau kondom letaknya hanya di dalam toko dan tidak ada di rak antrian, malu kan kalau keliling supermarket bawa kondom. #SokDewasa #KayaPernahAja 😀

Jadi, apa ada yang pernah jadi korban supermarket dan bawa pulang lebih dari yang direncanakan?

 

Advertisements

9 thoughts on “Godaan Supermarket

  1. Haha…kayaknya memang perlu bawa kaca mata kuda ya…saya lebih suka belanja di pasar tradisional….karena barangnya lebih fresh kecuali item2 tertentu yg memang hanya bisa didapatkan di supermarket…pernah belajar juga ttg trik2 hypermarket..jadi lebih prefer supermarket versi kecil …juga bawa daftar belanjaan.

    Liked by 1 person

  2. Wah iya juga sih make sense, apalagi kalau urusannya udah soal belanja bulanan dan belanjanya pas weekend plus nggak persiapan daftar belanjaan pula. Udah deh itu sih alamat bakal beli macem-macem sampai yang buy 1 get 1 pun dibeli meskipun masih ada stok dirumah.

    Sama kalau belanja siasatnya jangan pas lagi laper! XD Pengalamanku sih kalau pas belanja kondisi perutnya lagi kosong, wah udah deh tamat dunia persilatan. Biasanya sih ujung-ujungnya bakal lebih kalap dari pas perutnya keisi. (pulangnya sedih liat struk belanjaan)

    Like

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s