Pengalaman Gastroskopi

Jadi dulu saya itu hobi kena maag. Bentar2 pasti kena maag dan sampai masuk rumah sakit.  Akhirnya karena seringnya sakit maag itu, dokter menyarankan untuk dilakukan endoskopi untuk mengecek lambung.

Endoskopi adalah istilah kedokteran yang berarti memasukkan alat kedalam tubuh untuk mengecek kondisi bagian dalam tubuh kita. Kalau endoskopi dari atas (lewat mulut), namanya gastroskopi. Sedangkan endoskopi dari bawah (lewat *maaf anus), disebut kolonoskopi.

Saya sebenarnya ga mau, tapi karena ayah saya mengiyakan si dokter dan dia yang menandatangani surat persetujuannya, akhirnya saya mau ga mau harus mau.

Jadi saat di ruang tindakan endoskopi, kronologisnya:

  • Saya mulai dipasangi pendeteksi denyut nadi yang dijepit dijari dan juga selang napas.
  • Bius dimasukkan ke infus dan juga ada yang disemprotkan ke dalam mulut. Bius yang disemprotkan ke dalam mulut bikin tenggorokan rasanya baal.
  • Habis itu saya harus pakai alat yang saya gigit berbentuk ring, hal ini supaya mulut saya ga nutup, jadi tetap terbuka.
  • Saya direbahkan ke kiri, yang mana ada handuk yang sudah ditaruh disisi wajah kiri. Sepertinya buat nampung kalo saya ngeces. Hehe
  • Mulai deh tu selang hitam berkamera dimasukkan ke dalam mulut. Btw selangnya seukuran jari, jadi lumayan besar.
Gastroscopy
Gastroskopi (nobel-surgery.com)

Kalau ditanya rasanya sakit ga, ga sakit tapi rasanya kaya mau sendawa terus saat selang didorong ke dalam. Dan bius ga ngefek jadi saya completely awake saat dilakukan tindakan. Sampai tindakan selesai dilakukan dan balik ke kamar dalam posisi sadar. Susternya sampai bingung karena dosis bius sudah termasuk tinggi.

Suster bilang, kalau bius ga ngefek, itu karena kita dalam posisi stres dan ga siap mental. Jadi memang kalau tindakan yang menggunakan bius, diharapkan si pasien dalam keadaan ikhlas dan tenang supaya bius bereaksi. Well, memang si saya waktu itu ga siap dan saya ga tenang. Saya terlalu takut dan bahkan saya gemetaran dari awal masuk ruang tindakan. Lebay memang saya takutnya.

Setelah lambung di cek dan memang ketahuan bahwa ada lecet di dalam lambung, saya diberi obat antibiotik 3 biji yang diminum tiap hari. Jadi 3 hari habis, tapi saya rasa obatnya terlalu kuat karena setiap saya makan tu obat, saya mual2. Tapi setelah itu, sampai sekarang maag saya ga kambuh2 lagi. Semoga selanjutnya saya ga akan kena maag lagi.

 

Advertisements

12 thoughts on “Pengalaman Gastroskopi

  1. Hai Mbak Geraldine. 🙂
    Maag aku termasuk udah kronis kata dokter Mbak, tapi untungnya sih ga pernah sampai masuk rumah sakit.
    Tapi tahun 2014 yang parah banget, setiap hari asam lambungnya naik sampai mencekat ke tenggorokan dan aku merasa mual terus sekaligus aku tanyakan kenapa perut kanan bawah aku terkadang merasa nyeri dan ga enak (menurut dokter ini karena asam yang berlebihan). Aku ke dokter terus dikasih obat, katanya kalau obat ini ga mempan juga kudu harus di gastroskopi. Aku udah ngilu aja ngebayanginnya Mbak.:(
    Untungnya obatnya berefek di maag aku, asam lambungnya jadi ga naik dan ga jadi gastroskopi.
    Cuma pas liburan natal 2014 itu kok perut kanan aku makin menjadi-jadi sakitnya, aku pikir usus buntu tetapi aku coba angkat kaki tidak merasa nyeri. Akhirnya setelah 1 bulan di tahan-tahan aku pun ke dokter lagi (berhubung dokternya lagi ga ada jadwal, jadi aku ke dokter lain). Tau-taunya dokter yang ini bilang kalau ini kemungkinan usus buntu dan dia suruh aku usg dan harus cepat ditangani kalau memang usus buntu. Untungnya ketemu dokter yang ini, kalau ga ya mungkin usus buntu ku bakal pecah di dalam. *aduh maaf komennya jadi kepanjangan Mbak.:D

    Like

    1. Wah serem banget ya.. masalahnya karena kamu usus buntunya berbarengan sama maag jadi dikira rasa ga nyaman di perut karena maag itu.. tapi alhamdulilah kalo sekarang usus buntunya uda ketauan dan cepat ditangani.. keep healthy ya.. 🙂

      Like

      1. Iya Mbak dokter yang sebelumnya ngira karena asam yang berlebih. Untungnya sih masalah usus buntu udah kelar Mbak, itu aja udah aku tunda-tunda sebulan baru op sampai-sampai dokternya yang ngepush terus suruh cepat-cepat.hahaha
        Makasih Mbak, keep healthy juga ya Mbak.:)

        Like

  2. Ngilu aku bayangin nya.. Semoga maag nya sudah tidak ada lagi ya.. kalau aku seringnya kalau lagi stress, baru asam lambung nya kambuh, biasanya kejadian tengah malam gitu, kebangun gara2 eneg kayak mau muntah dan asam nya dah naik hampir ke tenggorokan, tapi untungnya selalu minum Mylanta yang tablet, langsung reda, sekali minum 2biji.. untungnya dah lama gak kambuh, kayaknya terakhir 1/2 tahun yang lalu deh..

    Like

  3. Setelah kamu bilang pernah nulis ttg penyakit lambung, aku langsung redirect lah kesini. Dan plis, seriusan itu dimasukin alatnya dalam keadaan melek? Proses gastronoskopinya berapa lama itu? Waah, jaga kesehatan dan makan yang teratur yaah! Dan semoga lambung kamu nggak kenapa-napa lagi (semangat!)

    Like

    1. Iya sebenernya kita bisa liat layarnya kalau mau… tapi karena kaya dalamnya usus, aku jijik..hehe.. aku ga ingat berapa lama karena ga kepikiran.. tapi karena cepet ketauan penyebabnya, jadinya ga lama.. iya ini alhamdulilah ga ada masalah sampai sekarang.. 🙂

      Like

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s