Menginap Di Kampung Naga

Saya mengunjungi kampung Naga bersama teman2 saya sudah bertahun-tahun yang lalu, tapi belum sempat ditulis di blog ini, jadi baru sekarang sempet nulisnya sambil nostalgia.

Kampung Naga terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kampung ini termasuk kampung yang masih menjunjung tinggi adat istiadat peninggalan leluhurnya. Untuk menuju kampung ini, kita harus menuruni tangga yang banyak banget karena letaknya yang berada di lembah. Kampung ini sangat asri dan unik karena adanya sungai, hutan, sawah, serta rumah2 warga yang bentuknya masih tradisional dan sama semua.

kampung naga, tasikmalaya

Kampung ini menolak budaya dari luar kampung karena dianggap tabu, maka dari itu tidak ada listrik di kampung ini. Saat saya datang dan bertemu dengan kepala desanya, kepala desa memberitahukan pantangan2 di kampungnya, yaitu tidak boleh mengunjungi Hutan Terlarang, tidur dan kencing tidak boleh menghadap ke arah…. (arah mana ya waktu itu… aduh lupa… ga informatif banget sih ini blognya. hehe). Yang pasti saat tidur atau kencing, kita harus menghadap ke arah tertentu.

Setelah bertemu kepala desa, kami pun diantar ke rumah warga yang akan kami inapi.  Kami pun diberitahu letak kamar mandinya. Kamar mandinya berada di luar rumah, alias di atas kolam/empang lele. Karena kamar mandinya tidak beratap dan dinding tidak tinggi, saya tiap mau buang air kecil, jadi clingak clinguk dulu. Rumah2 di kampung naga dilarang memiliki perabotan, maka dari itu kami pun tidur di lantai.

Keesokan harinya, teman2 saya pada mandi tapi pakai kemben supaya tidak kelihatan oleh warga yang lewat2. Saya tidak mandi hari itu karena risih kamar mandinya terbuka gitu. Saya pingin buang air besar aja jadi saya tahan karena temen saya yang sudah BAB bilang kalau saat dia BAB, ikan2 lele yang dibawah berebut mau makan. Aduh bayanginnya aja risih, jongkok mau BAB tapi ditungguin ikan di bawahnya pada ngumpul. Lebay ga sih parnonya. 😀

kampung naga jabar
kamar mandi di kampung naga (indonesia.travel)

Setelah teman2 saya mandi, kita jalan2 keliling kampung. Emang dasar ya ga bisa liat sungai yang jernih airnya, temen2 saya langsung nyebur ke sungai. Saya yang tadinya enggan, kok pengen juga. Saat saya siap2 mau nyebur, tiba2 kita diteriakin seseorang dan disuruh naik. Selidik punya selidik, sungai ini termasuk sungai yang termasuk ke dalam salah satu larangan di kampungnya. Aduh, kayanya kita waktu itu mungkin ga begitu dengerin larangan2nya sampai hal ini kelewatan.

Kepala desa marah karena dengan mandi di sungai, kita mengganggu penunggu yang ada di sungai tersebut. Masih untung tidak ada dari kami yang langsung kesurupan. Kami berkali-kali minta maaf ke kepala desa sampai akhirnya kepala desa memaafkan kami. Sore harinya kami pamit dari kampung tersebut dan tak lupa untuk meminta maaf lagi atas kejadian di sungai.

Kampung Naga termasuk kampung yang menarik untuk dikunjungi. Kami ke kampung ini menggunakan guide, yang pasti kami tidak tau2 datang dan menginap. Jadi memang sudah direncanakan dan disiapkan tempat tinggal untuk kami di salah satu rumah warga.

Advertisements

6 thoughts on “Menginap Di Kampung Naga

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s