Peminta Sumbangan

Rumahku termasuk rumah yang sering banget didatangin sama peminta sumbangan. Sumbangannya bisa macam2, ada yang pembangunan masjid ataupun panti asuhan. Kalau ditanya itu yang lokasi mana ya? Sering banget kedapetan peminta sumbangan yang menyebutkan lokasi yang jauh banget dari rumah, jadi ga bisa dipastikan ini bener apa ga.

Kalau kita memang tau ada pembangunan masjid atau panti asuhan dekat rumah kita, ya berarti ga abal2. Tapi yang pernah saya baca di berita, peminta sumbangan ini 99 persen adalah fiktif.

Jadi suatu hari, pernah kedatangan peminta sumbangan masjid, ya uda dikasi aja. Eh ga berapa lama kok ada lagi peminta sumbangan dari masjid yang berbeda, ya uda dikasi aja walopun saya ga tau ini dari masjid mana aja. Tiba2 sorenya kedatangan lagi peminta sumbangan buat panti asuhan. Lha kok jadi beruntun gini, pas ditanya yang ada tu panti asuhan jaraknya jauh banget dari rumah.

Bukannya pelit ya…. Tapi kok lama2 kaya aneh aja bisa beruntun gini, mereka berbagi info atau apa? Jadi mendingan kaya gini harus disiasatin.

Tips menolak peminta sumbangan:

  1. Langsung Tolak

Langsung aja bilang kalau minta ke tempat lain aja. Ini untuk menghadapi peminta sumbangan yang ga maksa. Kalau peminta sumbangan yang maksa dengan menunjukkan berbagai macam bukti pembangunan, pakai cara ke dua.

2. Tanyakan Ijin RT

Geraldine : Bapak sudah minta ijin RT sini?

Peminta Sumbangan : Belum mba.

Geraldine : Oh Bapak kalau mau minta sumbangan di area sini, Bapak harus minta ijin RT dulu. Rumahnya yang belokan situ, namanya Pak Dur. Bapak minta ijin RT dulu aja sebelum keliling minta sumbangan di area sini.

Peminta Sumbangan : Tapi saya ada dokumen lengkap panti asuhannya. Ini poto2 lahan yang akan dijadikan panti asuhannya. (Sambil memperlihatkan poto2 tanah yang diurug, dan pondasi2 yang uda di semen).

Geraldine : Iya Pak saya tahu Bapak dari panti asuhan, tapi memang setiap peminta sumbangan yang keliling harus sudah ada ijin dari RT. Itu saya dapat sosialisasi dari Pak RT nya kalau harus ada ijin RT. Jadi Bapak minta ijin aja dulu ke Pak RT nya.

Peminta sumbangan sih mengiyakan, tapi dia langsung naik motor pergi. Bukannya ke arah rumah Pak RT yang saya tunjuk tadi.

3. Minta KTP

Kalau memang peminta sumbangan ga mau minta ijin RT dan bersikeras kalau dia asli dari lembaga sosial, maka minta saja KTP nya dan minta ijin untuk foto KTP nya. Bilang saja kalau itu sudah sosialisasi dari Pak RT bahwa setiap peminta sumbangan harus ada data yang terdaftar di RT untuk menghindari penipuan. Kalau memang dia asli,dia pasti tidak perlu menolak. 

4. Lewat Jendela

Yang saya maksud dengan lewat jendela ini adalah kita ga bukain pintu. Menanyakan “ada apa ya Pak?” lewat jendela. Kalau memang minta sumbangan dan kita ga mau kasi, bilang aja “Maaf ke yang lain aja ya Pak. Makasih“. Dan langsung menghilang dari jendela.

5. Abaikan

Kalau cara yang terakhir sih yang paling mudah dilakukan. Kalau sudah tau yang ngetok atau pencet bel rumah itu peminta sumbangan, ya ga usah dibukakan pintu.

Hal ini saya lakukan bukan karena pelit, tapi kita harus sadar juga uang yang kita beri ga disalahgunakan. Kalau kita memang ingin menyumbang, lebih baik langsung ke lembaga resmi kan.

Punya tips lain?

Advertisements

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s