Bekerja Sebagai Marketing Export

Saat dulu bekerja sebagai Overseas Marketing Executive (Marketing Export) di Jogja, saya sempat bingung apa yang harus saya pelajari supaya ga keteteran sama kerjaan. Bisa dibilang hal yang mesti dipelajari banyak banget karena urusan pekerjaannya global.

Setiap perusahaan beda2 job descriptionnya jadi mungkin ini ga bisa dijadikan patokan. Tapi mungkin bisa jadi info sedikit bagi anak kuliahan yang mulai menyasar pekerjaan sebagai Marketing Export.

Hal yang wajib saya hapal mati saat menjabat sebagai Overseas Marketing Executive adalah:

  • Ilmu Marketing & Product Knowledge

Ilmu marketing disini bukan hanya ilmu teori yang dipelajari saat kuliah, tapi beneran ilmu marketing yang berbaik2 ria ke klien. Jadi saat meeting dengan klien, kitanya proaktif ramah tamah. Dan saat percakapan masuk ke bisnis, kita menguasai benar mengenai produk.

  • Berita Internasional 

Pagi2 datang ke kantor, langsung buka berita internasional. Berita internasional berkaitan dengan apa yang terjadi di negara yang kita handle, jadi kalau disana ada gempa bumi atau serangan teroris, kita tanggap dan segera hubungi klien (baik telpon atau email) menunjukkan empati kita. Secara kan kita marketing, kepedulian kita menentukan besarnya bonus kita. Hehe. Klien senang, dia berbisnis dengan kita, kita untung. 😀

  • Phonetic Alphabet

Ini penting soalnya kan kita nelpon ya dan pasti ada aja yang harus dieja. Misal nama email, atau nama kita sendiri. Jadi udah harus hapal banget sama Alpha Bravo Charlie Delta tersebut.

phonetic alphabet

  • Ukuran Kontainer

Wajib tau ukuran kontainer dan jadi konsultan bagi klien ketika dia mau menggunakan kontainer yang mana. Ukuran kontainer yang dipakai perusahaan saya waktu itu 20 feet, 40 feet, dan 40 feet high cube. Ukuran kubikan setiap kontainer itu yang saya jadikan patokan saat menghitung barang yang mampu masuk ke dalam kontainer.

  • Istilah2 Dalam Pengiriman & Istilah Pembayaran Internasional

Istilah2 yang wajib tau karena kita berurusan dengan ini semua. Contohnya LCL (Less than Container Load), FCL (Full Container Load), BL (Bill of Lading), FOB (Freight On Board). CNF (Cost & Freight), CIF (Cost, Insurance and Freight), Letter of Credit, dll.

  • Nama Pelabuhan Kontainer

Ketika kita berbisnis, pastinya kita harus tau kontainer bakal dikirim ke pelabuhan mana N juga pelabuhan transitnya. Misal: (1) Tujuan Perancis (Le Havre), transit di Malaysia (Klang), (2) Tujuan Swiss (ga da pelabuhan), lewatnya Jerman (Hamburg).

Jadi selain tau nama pelabuhannya, kita juga harus tau rute terbaik kontainer itu lewat negara mana bagi negara yang ga punya pelabuhan.

  • Jumlah Penduduk

Ga perlu sampai detailnya. Yang penting tau aja jumlah penduduknya sekitar berapa. Misal: Perancis (60 jutaan), atau Jerman (80 jutaan). Hal ini berkaitan dengan pembuatan forecast penjualan yang mana kita harus tau market size dan market share. Jadi kita tau lebih potensial kalau kita menyasar ke area mana.

  • Budaya

Ada klien yang suka langsung to the point ke bisnis saat meeting, ada juga yang kita mesti beramah tamah segala rupa dulu sebelum sampai ke percakapan bisnis. Keputusan dalam bisnis juga dipengaruhi oleh budaya.

Menurut saya, ketika handle area Spanyol, mereka membutuhkan waktu yang lama saat memutuskan segala sesuatu. Jadi walaupun kita berurusan dengan Purchasing Managernya, dia tetap menunggu keputusan Pemimpin Perusahaan untuk benar2 deal dalam bisnis. Sedangkan, saat saya berurusan dengan area Colombia, dia cepat sekali memutuskan deal dalam bisnis.

Jangan lupa bahwa bahasa Inggris adalah bahasa penghubung kita dengan klien, so pastikan selalu dilatih. Plus, cobalah pelajari sedikit2 bahasa asing lain, terutama bahasa klien yang kita handle. Ga usah mikir belibet, pelajari aja greeting-nya. Misal: Perancis (bonjour, bonne journee, merci), Spanyol (buenos dias, gracias). Ya gitu2 aja kalau memang dirasa sulit. Yang penting selalu berusaha dan semangat.

PS: Saya juga pernah share tentang kesulitan saya saat menghubungi klien Amerika Selatan di post saya sebelumnya.

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Bekerja Sebagai Marketing Export

  1. Mba dineeee,
    Buenos dias! Haha
    Coba aku baca post nya kemaren2 ya, pas awal masuk. Keteteran banget pas kemaren e 😦

    Anyway keep blogging!

    Like

    1. Buenos dias Silvia.. Iya banyak yang harus dipelajari waktu jadi Marketing Export.. tapi kamu kan udah sampe business trip ke LN, berarti udah dipercaya perusahaan..
      Sure I will keep blogging.. 🙂

      Like

Please Feel Free to Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s